Pengadilan
Hari ini lagi nemenin Klien menjadi saksi di suatu sidang pengadilan.
Sambil menunggu jadwal sidang, iseng-iseng memperhatikan proses sidang yang lain.
Ada satu sidang yang menarik hati, terdakwanya ada 9 orang dengan kisaran umur 20 - 30. Semua laki-laki.
Setelah nanya sana sini dengan wartawan yang ada, akhirnya ketahuan bahwa ke 9 orang ini didakwa kasus penggelapan atas produk hasil kantor tempat mereka bekerja.
Mereka bekerja sama mengeluarkan barang dari pabrik dan menjual ke pihak lain.
Yang membuat miris, adalah percakapan mereka dengan hakim..
H: jadi, kalian bekerja sama untuk mengambil produk kantor dan menjual kembali keluar?
9orang: betul pak hakim.
H: apa yang membuat kalian berbuat itu?
9orang: untuk cari tambahan, pak hakim.
H: berapa sih yang kalian dapat masing-masing dari hasil penjualan barang itu? Jawab sendiri-sendiri.
A: saya dapat jatah 50ribu, pak.
B: saya 40ribu, pak.
C: saya 30ribu, pak.
D: saya 40ribu, pak.
E: saya 30ribu, pak.
F: saya 50ribu, pak.
G: saya 20ribu, pak.
H: saya 10ribu, pak.
I: saya 20ribu, pak.
H: ck..ck.. Hanya untuk uang sekian, kalian mengorbankan masa muda, keluarga, studi dan penghasilan kalian?
9orang: benar pak Hakim **dengan kepala tertunduk**.
Aduh.. Sedih mendengarnya..
Sama dengan kasus seorang nenek yang dipenjara karena mencuri coklat di kebun orang.
Tapi, mau bagaimana lagi.. Itulah hukum.. Harus ditegakkan untuk memberi efek jera..
Sehingga diharapkan, perbuatan-perbuatan tersebut tidak terulang kembali.
Please, don't ever againts the law..
If you did, call me.
Hahahahahaha....


0 Comments:
Post a Comment
<< Home