Search This Blog

Search This Blog

Wednesday, February 27, 2008

Berdiam diri

Jam makan siang tadi, si Elsa tiba-tiba ngomong tentang Mario Teguh..

"Eh, tahu ngga... aku terkesan deh ama kata-katanya pak Mario Teguh.. dia bilang... orang yang diam dan tidak mengambil keputusan sebenarnya tanpa dia sadari, dia telah mengambil keputusan yaitu: diam dan tidak mengambil keputusan. Bener juga kan?"

Hm.. lepas dari tumben-tumbennya si Elsa ngomong tentang filosofi hidup... shinta jadi termenung...

Hari ini merupakan hari kedua dari keputusan dia untuk berdiam diri.

Tadinya shinta mau marah... Ihh, sebel banget kan, kalo nginget dia berdiam diri karena kalo ngomong ama shinta, dia takut akan membuat semua menjadi runyam??
Emangnya shinta menjadi beban ya?
Atau malah jadi sandungan dalam menyelesaikan masalah?
Shinta tadinya pengen kesel deh kalo dipikir-pikir.. plus sedih juga... kok dia tidak menjadikan shinta sebagai tempat untuk berbagi? shinta seperti ngga di anggep deh...

Tapiiiiii.....

Shinta jadi sadar... itulah pilihan dia. Itulah keputusan dia.
Dan shinta harus menghormatinya.. sama seperti dia juga telah menghormati keputusan shinta waktu shinta minta dia untuk tidak menghubungi shinta dulu.. suatu waktu kemaren.

Terkadang, berdiam diri itu diperlukan ya...
Untuk me-refresh keadaan...
Sama seperti komputer kan? jika sudah terlalu banyak membuka windows, setelah tertutup semua, pasti kita akan klik refresh.
Berdiam diri juga sangat berguna untuk memberikan kesadaran baru... pengetahuan baru.. dan juga perasaan baru...
Karena dengan berdiam, kita hanya berbicara dengan perasaan dan pikiran kita tanpa diintervensi oleh orang lain...

Yup.
Sepertinya shinta juga membutuhkan waktu untuk berdiam diri... untuk me-refresh diri shinta.. sehingga bisa menjadi lebih baik lagi... :)

Cuma satu kok kendalanya....
Kangen. Hehehe....